Pembangunan Jalan Rusak di Lampung yang Diperintahkan Jokowi Belum Juga Dimulai, Ada Apa?
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Presiden RI Joko Widodo telah memerintahkan Kementerian PUPR untuk membangun 10 ruas jalan di Provinsi Lampung yang kondisinya rusak parah.
Arahan ini disampaikan Jokowi saat berkunjung ke Lampung bulan Mei lalu dengan anggaran Rp800 miliar. Namun sampai saat ini proses pembangunannya belum juga dimulai.
Sudah 2 bulan berlalu sejak Jokowi memberikan arahan, tapi belum ada tanda-tanda pembangunan. Padahal perbaikan jalan ini ditargetkan rampung akhir tahun 2023. Lantas mengapa belum dimulai?
Menjawab hal itu, Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Nyoman Suaryana mengatakan, pihaknya baru menyelesaikan proses penganggaran.
Saat ini Ditjen Bina Marga PUPR masih melakukan pelelangan dan ditargetkan rampung dalam dua pekan.
“Untuk pengganggaran sudah beres, sekarang yang berjalan itu proses pelelangan atau pengadaaan. Mungkin pengadaan dua minggu tuntas,” kata Nyoman Suaryana ditemui di Novotel Lampung, Kamis (13/7/2023).
Ia menjelaskan, sistem lelang yang diterapkan adalah purchasing, karena lebih cepat dibandingkan lelang biasa. Nyoman pun memastikan bulan ini pembangunan jalan rusak yang diperintahkan Jokowi bisa dimulai.
“Lelangnya di kementerian, artinya di BPJN sini. Kita pelelangannya pakai sistem purchasing karena paling lama dua minggu. Kalau pelelangan biasa cukup lama bisa sampai 45 hari,” kata dia.
“Maka bulan ini sudah bisa dilaksanakan pembangunannya,” ungkapnya.
Untuk ruas yang akan dibangun Nyoman memastikan tidak ada perubahan sesuai arahan presiden, yaitu 10 ruas jalan dengan total anggaran Rp800 miliar.
jalan rusak Lampung
Ditjen Bina Marga
Kementerian PUPR
BPJN Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
